Selasa, 08 Oktober 2013

Warna Dalam B.arab :)

No
WARNA
MUDZAKKAR
MUANATS
1
Merah
أَحْمَرٌ
حَمْرَاء
2
Biru
أَزْرَقٌ
زَرْقَاء
3
Kuning
أَسْمَرٌ
سَمْرَاء
4
Hijau
أَحْضَرٌ
حَضْرَاء
5
Putih
أَبْيَضٌ
بَيْضَاء
6
Hitam
أَسْوَدٌ
سَوْدَاء
7
Ungu
بَنَفْسَجِيٌّ
بَنَفْسَجِيَّةٌ
8
Pink
وَرْدِيٌّ
وَرْدِيَّةٌ
9
Oranye
بُرْتُقَالِيٌّ
بُرْتُقَالِيَّةٌ
10
Coklat
أَسْمَرٌ
سَمْرَاء
11
Abu-abu
أَرْمَدٌ / رَمَادِيٌّ
رَمَادِيَّةٌ



Tafsir Ayat-ayat Orang yang Berilmu


      Sebelum masuk ke pembahasan tentang penafsiran ayat-ayat Al-qur’an tentang ilmu-ilmu pengetahuan, tidak ada salahnya kami menyuguhkan ayat-ayat yang menunjukan begitu pentingnya menjadi orang yang berilmu.
Allah Berfirman :

"Artinya : Allah menyatakan bahwasanya tidak ada Ilah (yang berhak disembah) melainkan Dia, Yang menegakkan keadilan. Para Malaikat dan orang-orang yang berilmu (juga menyatakan yang demikian itu). Tak ada Ilah (yang berhak disembah) melainkan Dia, Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana." [Ali-Imran :18])       

            Berkata Imam Al Qurtubi rahimahullah dalam tafsirnya :
 "Ayat ini adalah dalil tentang keutaman ilmu dan kemuliaan ulama. Seandainya ada orang yang lebih mulia dari ulama, sungguh Allah akan menyertakan nama-Nya dan nama malaikat-Nya. Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman juga kepada Nabi-Nya Shallallahu alaihi wa sallam tentang kemuliaan ilmu."
"Artinya : Ya Rabbku, tambahkanlah kepadaku ilmu pengetahuan."  [Thaha :114]
            Maka seandainya ada sesuatu yang lebih mulia daripada ilmu, sungguh Allah Subhanahu wa Taala akan memerintahkan Nabi-Nya untuk meminta tambahan akan sesuatu itu, sebagaimana Allah Subhanahu wa Taala telah memerintahkan Nabi-Nya Shallallahu alaihi wa sallam untuk meminta tambahan ilmu. (Tafsir Al-Qurthubi hal. 1283)

"Artinya : Katakanlah, adakah sama orang-orang yang mengetahui dengan orang yang tidak mengetahui" [Az-Zumar : 9]
            Imam Al Qurtubi rahimahullah berkata :
"Menurut Az-Zujaj Radhiyallahuanhu, maksud ayat tersebut yaitu orang yang tahu berbeda dengan orang yang tidak tahu, demikian juga orang taat tidaklah sama dengan orang bermaksiat. Orang yang mengetahui adalah orang yang dapat mengambil manfaat dari ilmu serta mengamalkannya. Dan orang yang tidak mengambil manfaat dari ilmu serta tidak mengamalkannya, maka ia berada dalam barisan orang yang tidak mengetahui" (Tafsir Al-Qurthubi hal. 5684)

"Artinya : Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman diantaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat." (Al-Mujaadilah : 11)
            Imam Al Qurtubi rahimahullah berkata,
"Maksud ayat di atas yaitu, dalam hal pahala di akhirat dan kemuliaan di dunia, Allah Subhanahu wa Taala akan meninggikan orang beriman dan berilmu di atas orang yang tidak berilmu. Kata Ibnu Mas`ud, dalam ayat ini Allah Subhanahu wa Taala memuji para ulama. Dan makna bahwa Allah Subhanahu wa Ta ala akan meninggikan orang-orang yang diberi ilmu beberapa derajat, adalah derajat dalam hal agama, apabila mereka melakukan perintah- perintah Allah" (Tafsir Al-Qurtubi hal. 5070)

"Artinya : Dan itulah hujjah Kami yang Kami berikan kepada Ibrahim untuk menghadapi kaumnya. Kami tinggikan siapa yang Kami kehendaki beberapa derajat. Sesungguhnya Rabbmu Maha Bijaksana lagi Maha Mengetahui." (Al-An`am : 83)

            Imam Al Qurtubi rahimahullah berkata."Firman Allah, Kami tinggikan siapa yang Kami kehendaki beberapa derajat yaitu dengan ilmu, kepahaman dan imamah (kepemimpinan) serta kekuasaan" (Tafsir Al-Qurtubi hal. 2466)

Soal Diskusi Kwn

1.Cara Mempertahankan identitas Nasional ?
jawab:
Cara nya di mulai dari diri sendiri  dan dari masyarakat  agar terus bersatu,dimana kita jangan sampai terpengaruh oleh kebudayaan asing,,hendak nya kita melestarikan kebudayaan kita sendiri.

2.Bagaimana cara Membrantas koruptor?
jawab:
-Mendirikan KPK
-Meningkatkan kesejahteraan pegawai negara
-Tingkat pengetahuan Masyarakat tentang hukum
-Hilangkan budaya menyuap dalam masyarakat
-Tegakan hukum tanpa tebang pilih

3.Apa fungsi identitas nasional?
jawab:
Sebagai ideologi dan cita cita dari suatu negara,,dan memupuk rasa persatuan dalam suatu negara sehingga tercipta suatu kerukunan...

4.faktor pembentuk identitas nasional
jawab:
bendera negara merah putih
lagu kebangsaan
Bahasa
agama
lambang negara kesatuan R.I
Dasar filsafah.
konsepsi wawasan nusantara.

5.Konsepsi wawasan nusantara..
jawab:
adalah cara pandang dan sikap bangsa indonesia mengenai diri dan bentuk geografi mengutamakan kesatuan wilayah dan menghargai kebhinekaan untuk mencapai tujuan nasional.

Nama hewan dalam B.arab :)


Arti
Ejaan
Kosa kata
Kucing
Qithun
قطٌّ
Kambing
Ghonamun
غَنَمٌ
Sapi
Maasyiyatun
مَاشِيَةٌ
Kerbau
Jaamusuun
جَامُوْسٌ
Kuda
khisoonun
حِصَانٌ
Anjing
kalbun
كَلْبٌ
Babi
khinziirun
خِنْزِيْرٌ
Tikus
Fa’run
فَأْرٌ
Burung
Thooirun
طَائِرٌ
Semut
Namlatun
نَمْلَةٌ
Laba-laba
‘Anaakibun
عَنَاكِبُ


Ilmu Tauhid

BAB 2
2.Pembahasan
2.1.Tauhid Sebagai Landasan Aqidah,Iman dan Islam.
A.Pengertian
Tauhid adalah meyakini keesaan  Allah dalam Rubbiyah , ikhlas  beribadah kepada Nya,Serta menetapkan bagi- Nya nama –nama dan sifat- sifat –Nya.Dengan kata lain Tauhid itu ada tiga macam yaitu tauhid rububiyah,uluhiyah dan asma’ wa sifat.
2.2.Pembagian Tauhid
A.Tauhid Rubbiyah
Tauhid  Rubbiyah adalah mengesakan Allah SWT dalam segala perbuatan Nya,dengan meyakini bahwa dia sendiri yang menciptakan segenap makhluk .
Dalam definisi lain dijelaskan lebih lanjut bahwa Tauhidu rububiyah adalah penetapan bahwa Allah ta'ala adalah Rabb, Penguasa, Pencipta serta Pemberi Rezeki dari segala sesuatu. Dan juga menetapkan bahwa Allah adalah Dzat Yang Menghidupkan dan Mematikan, Pemberi Kemanfaatan dan Kemudharatan, yang Maha Esa dalam mengabulkan doa bagi orang yang membutuhkan. BagiNya-lah segala urusan, dan di tanganNya-lah segala kebaikan. Maha Kuasa atas segala sesuatu. Tidak ada bagi-Nya sekutu dalam hal tersebut. Dan ke-imanan kepada takdir termasuk dalam tauhid ini.

Adapun  dalil – dalil nya adalah :
 “Segala puji bagi Allah, Rabb semesta alam” (QS. Al Fatihah: 2)
          Pengertian Rabb adalah yang menciptakan, menguasai, dan yang mengatur alam sebagaimana yang Allah kehendaki.
Sesungguhnya Tuhan kamu ialah Allah yang telah menciptakan langit dan bumi dalam enam masa, lalu Dia bersemayam di atas 'Arsy. Dia menutupkan malam kepada siang yang mengikutinya dengan cepat, dan (diciptakan-Nya pula) matahari, bulan dan bintang-bintang (masing-masing) tunduk kepada perintahNya. Ingatlah, menciptakan dan memerintah hanyalah hak Allah. Maha suci Allah, Rabb semesta alam.” (QS. Al A’raf: 54)
 “...Adakah Pencipta selain Allah yang dapat memberikan rezki kepada kamu dari langit dan bumi ? tidak ada Tuhan selain dia; Maka Mengapakah kamu berpaling?” (QS. Fathir: 3)
          “Allah menciptakan segala sesuatu dan Dia memelihara segala sesuatu.” (QS. Az Zumar: 62)
          “Maha suci Allah yang di tanganNya-lah segala kerajaan, dan Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu.” (QS. Al Mulk: 1)
          Namun, seseorang belum bisa dikatakan sebagai seorang muslim bila hanya mengakui tauhid rububiyah ini saja. Karena kaum musyrikin pun mengakui tauhid rububiyah ini. mereka pun mengakui bahwa Allah-lah Rabb alam ini, pemelihara semesta ini.

B.Tauhid Uluhiyah
Tauhid uluhiyah adalah tauhid ibadah. Karena ilah maknanya adalah ma’bud bi haqqin (yang diibadahi dengan benar). Maka tauhid uluhiyah ini dibangun di atas keikhlasan dalam beribadah kepada Allah ta'ala. Dalam kecintaan, khauf (takut), raja' (harapan), tawakkal, raghbah(permohonan dengan sungguh-sungguh), rahbah (perasaan cemas), dan doa hanya bagi Allah satu-satunya. Serta memurnikan ibadah-ibadah seluruhnya, baik ibadah yang lahir maupun yang batin hanya bagi Allah semata, tiada sekutu bagi-Nya. Serta tidak menjadikan hal tersebut untuk selainNya. Tidak untuk malaikat yang dekat dengan Allah ta'ala, tidak pula bagi para nabi yang diutus. Terlebih lagi bagi selain keduanya.

Tauhid inilah tujuan dakwah para Nabi, karena dengan tauhid uluhiyah ini manusia akan mengesakan Allah dengan ibadah, dengan kata lain agar manusia tidak menyekutukan Allah dengan seorang pun, baik dengan menyembah atau mendekatkan diri kepadanya, sebagaimana ia menyembah dan mendekatkan diri kepada Allah.
Dan Kami tidak mengutus seorang rasul pun sebelum kamu, melainkan Kami wahyukan kepadanya, 'Bahwasanya tidak ada ilah melainkan Aku, maka sembahlah olehmu sekalian akan Aku'." (QS. Al-Anbiya' : 25)
Adapun dalil-dalil untuk menetapkan tauhid uluhiyah ini adalah,
Hanya kepada Engkaulah kami menyembah dan hanya kepada Engkaulah kami mohon pertolongan.” (QS. Al Fatihah: 4)
Hai manusia, sembahlah Rabb kalian Yang telah menciptakan kalian dan orang-orang yang sebelum kalian, agar kalian bertakwa” (QS. Al Baqarah: 21)
Maka sembahlah Allah dengan memurnikan ketaatan kepadaNya. Ingatlah, hanya kepunyaan Allah-lah agama yang bersih (dari syirik). Dan orang-orang yang mengambil pelindung selain Allah (berkata): "Kami tidak menyembah mereka melainkan supaya mereka mendekatkan kami kepada Allah dengan sedekat-dekatnya"”. (QS. Az Zumar: 2-3)
Katakanlah: "Hanya Allah saja Yang aku sembah dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya dalam (menjalankan) agamaku". Maka sembahlah olehmu (hai orang-orang musyrik) apa yang kalian kehendaki selain Dia.” (QS. Az Zumar: 14-15)


Dengan kata lain, tauhid uluhiyah inilah yang membedakan antara kaum muslimin dengan kaum musyrikin. kaum musyrikin hanya mengakui bahwa Allah Rabb mereka tetapi mereka tidak beribadah kepadaNya. Ada pun kaum muslimin adalah yang mengaku bahwa Rabb alam semesta adalah Allah dan yang berhak diibadahi dengan benar dan sempurna dengan segala macam bentuk ibadah hanyalah Allah semata.


C.Tauhid Asma’ wa Shifat
Tauhid asma’ wa shifat adalah mengesakan Allah sesuai dengan Nama dan Sifat yang Dia sandangkan sendiri kepada diriNya dalam kitabNya atau melalui lisan RasulNya, Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wasallam. Yaitu dengan menetapkan apa yang ditetapkan Allah dan menafikan apa yang dinafi’-kanNya. Tanpa tahrif, ta’thil, takyif, dan tamtsil.
Tahrif maknanya ialah mengubah lafazh/makna dari Nama dan Sifat Allah. Seperti perkataan sebagian orang yang mengatakan bahwa sifat istiwa’ (bersemayamnya) Allah menjadi istawla (menguasai), sifat marahnya Allah diganti dengan keinginan untuk menghukum atau membalas dendam, tangan Allah disimpangkan menjadi keadilan, kekuasaan, dan nikmat Allah.
Ta’thil adalah menghilangkan atau menolak sebagian atau seluruh sifat-sifat Allah. Misalnya orang-orang Jahmiyah meniadakan seluruh sifat Allah. Atau misal ketika ada yang berpikir bahwa sifat tangan bagi Allah adalah mustahil karena itu berarti menyamakan Allah dengan makhluk. Hal ini tentu saja sangat bertentangan dengan kebenaran karena sifat-sifat Allah ini telah disebutkan dalam Al Qur’an dan Hadits Nabi yang shahih sesuai dengan keagungan dan kebesaran Allah.
Takyif adalah menetapkan bentuk atau keadaan sifat itu. Maka sebagai seorang yang beriman kita tidak boleh mengatakan, “Bagaimana cara Allah beristiwa’? bagaimana wajah Allah?”. Kita juga dilarang menggambarkan Tangan Allah yang misalnya digambarkan bentuknya bulat, panjangnya sekian, ada ruasnnya, dan lain-lain. Kita hanya wajib mengimani, namun dilarang untuk menggambarkannya.
Tamtsil atau sering juga disebut Tasybih adalah menyamakan nama dan sifat Allah dengan makhlukNya. Misal kita menyamakan cara beristiwa’nya Allah seperti joki naik kuda, atau sifat turunnya Allah ke langit dunia di sepertiga malam terakhir seperti turunnya khatib dari mimbar.
Cukuplah kita menetapkan dan mengimani nama-nama dan sifat Allah dengan dalil-dalil yang datang dari Qur’an dan Hadits.
Maha Pemurah lagi Maha Penyayang, Yang menguasai hari pembalasan” (QS. Al Fatihah: 2-3)
Katakanlah: "Serulah Allah atau serulah Ar-Rahman. Dengan nama yang mana saja kalian seru, Dia mempunyai al asmaaul husna (nama-nama yang terbaik)” (QS. Al Israa’:110)
Apakah kalian mengetahui ada seorang yang sama dengan Dia” (QS. Maryam: 65)
Dialah Allah, tidak ada Sesembahan (yang berhak disembah) melainkan Dia, Dia mempunyai al asmaaul husna (nama-nama yang baik).” (QS. Thaha: 8)
Tidak ada sesuatupun yang serupa dengan Dia, dan Dia-lah Yang Maha Mendengar lagi Maha Melihat.” (QS. Asy Syura: 11)
Dan sabda Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam,
Sesungguhnya Allah akan menggenggam bumi pada hari kiamat dan langit-langit berada di tangan kanan-Nya, lalu berfirman : ‘Aku adalah Raja.

2.3.Berikut ini beberapa sifat sifat Allah SWT :
a.al- Qudrah (berkuasa)
“Dan Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu” (QS.Al- maida:120)
b.al-Iradah (berkehendak)
“Sesungguh nya Allah menetapkan hukum-hukum menurut yang di kehendakiNya” (al- maidah:1)
c.al- Iimu (ilmu)
“Yang mengetahui yang ghaib dan yang nyata” (al-Hasyr:22)
d. al –Hayat (hidup)
“Dan bertakwa lah kepada Allah yang hidup (kekal) yang tidak mati”(al-Furqan:58)
e.As- Sam’u dan al-Bashar (mendengar dan melihat)
“Sesungguh nya Aku beserta kamu berdua,Aku mendengar dn melihat” (Thaha:46)
f.Al- kalam (Berbicara)

“Dan Allah telah berbicara kepada musa dengan langsung” (an-nisa’ :164)