Sebelum masuk ke pembahasan
tentang penafsiran ayat-ayat Al-qur’an tentang ilmu-ilmu pengetahuan, tidak ada
salahnya kami menyuguhkan ayat-ayat yang menunjukan begitu pentingnya menjadi
orang yang berilmu.
Allah Berfirman :
"Artinya : Allah menyatakan
bahwasanya tidak ada Ilah (yang berhak disembah) melainkan Dia, Yang menegakkan
keadilan. Para Malaikat dan orang-orang yang berilmu (juga menyatakan yang
demikian itu). Tak ada Ilah (yang berhak disembah) melainkan Dia, Yang Maha
Perkasa lagi Maha Bijaksana." [Ali-Imran :18])
Berkata
Imam Al Qurtubi rahimahullah dalam tafsirnya :
"Ayat ini adalah dalil tentang keutaman
ilmu dan kemuliaan ulama. Seandainya ada orang yang lebih mulia dari ulama,
sungguh Allah akan menyertakan nama-Nya dan nama malaikat-Nya. Allah Subhanahu
wa Ta'ala berfirman juga kepada Nabi-Nya Shallallahu alaihi wa sallam tentang
kemuliaan ilmu."
"Artinya : Ya Rabbku,
tambahkanlah kepadaku ilmu pengetahuan."
[Thaha :114]
Maka
seandainya ada sesuatu yang lebih mulia daripada ilmu, sungguh Allah Subhanahu
wa Taala akan memerintahkan Nabi-Nya untuk meminta tambahan akan sesuatu itu,
sebagaimana Allah Subhanahu wa Taala telah memerintahkan Nabi-Nya Shallallahu
alaihi wa sallam untuk meminta tambahan ilmu. (Tafsir Al-Qurthubi hal. 1283)
"Artinya : Katakanlah,
adakah sama orang-orang yang mengetahui dengan orang yang tidak
mengetahui" [Az-Zumar : 9]
Imam
Al Qurtubi rahimahullah berkata :
"Menurut Az-Zujaj
Radhiyallahuanhu, maksud ayat tersebut yaitu orang yang tahu berbeda dengan
orang yang tidak tahu, demikian juga orang taat tidaklah sama dengan orang
bermaksiat. Orang yang mengetahui adalah orang yang dapat mengambil manfaat
dari ilmu serta mengamalkannya. Dan orang yang tidak mengambil manfaat dari
ilmu serta tidak mengamalkannya, maka ia berada dalam barisan orang yang tidak
mengetahui" (Tafsir Al-Qurthubi hal. 5684)
"Artinya : Allah akan
meninggikan orang-orang yang beriman diantaramu dan orang-orang yang diberi
ilmu pengetahuan beberapa derajat." (Al-Mujaadilah : 11)
Imam
Al Qurtubi rahimahullah berkata,
"Maksud ayat di atas yaitu,
dalam hal pahala di akhirat dan kemuliaan di dunia, Allah Subhanahu wa Taala
akan meninggikan orang beriman dan berilmu di atas orang yang tidak berilmu.
Kata Ibnu Mas`ud, dalam ayat ini Allah Subhanahu wa Taala memuji para ulama.
Dan makna bahwa Allah Subhanahu wa Ta ala akan meninggikan orang-orang yang
diberi ilmu beberapa derajat, adalah derajat dalam hal agama, apabila mereka
melakukan perintah- perintah Allah" (Tafsir Al-Qurtubi hal. 5070)
"Artinya : Dan itulah hujjah
Kami yang Kami berikan kepada Ibrahim untuk menghadapi kaumnya. Kami tinggikan
siapa yang Kami kehendaki beberapa derajat. Sesungguhnya Rabbmu Maha Bijaksana
lagi Maha Mengetahui." (Al-An`am : 83)
Imam
Al Qurtubi rahimahullah berkata."Firman Allah, Kami tinggikan siapa yang
Kami kehendaki beberapa derajat yaitu dengan ilmu, kepahaman dan imamah
(kepemimpinan) serta kekuasaan" (Tafsir Al-Qurtubi hal. 2466)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar